
nods, tears falling.
“Saat kamu mendekati Sarah... aku sengaja menyebarkan gosip kalau Sarah masih bersama mantannya. Bukan karena benci Sarah. Tapi karena... aku tidak rela kamu bahagia dengan orang lain.”
(confused) : "Jadi... kamu yang bikin Sarah nangis samoa pindah sekolah?"
“Tahun 2010? Kita masih SMA. Kamu sahabatku. Apa yang perlu diakui?”
They both laugh, crying at the same time. The rain begins to ease.
: "Karena gue juga takut. Takut kalau gue salah duga. Tapi sekarang gue tahu. Lo lebih dari sahabat buat gue. Cuma... kita berdua terlalu bodoh buat ngakuin cinta lebih awal."
“Dinda... aku juga punya pengakuan.”
(in a low voice, almost a whisper) : "Rak... aku mau ngakuin sesuatu."
smiles softly.
: "Tahun 2010? Kita masih SMA. Lo sahabat gue. Apa yang perlu diakuin?"