Anaknya Kami Tidur Bersama Houjou Maki - Indo18 — Ibu Temanku Memanjakanku Seperti
Ibu Riko menatapku dengan mata berbinar, lalu menutup pintu kamar dengan lembut. “Selamat malam, nak. Tidurlah dengan nyenyak. Besok pagi, aku akan siapkan sarapan istimewa.”
Maki memulai percakapan ringan. “Kalian tahu, di kota tempat aku dulu tinggal, ada tradisi tidur bersama di luar ruangan saat musim panas. Kami menaruh tikar di halaman, mengintip bintang. Rasanya menenangkan banget.” Riko menambahkan, “Mungkin suatu hari nanti kita bisa coba, ya. Sekarang, kita cuma bisa menikmati hujan di dalam rumah.” Ibu Riko menatapku dengan mata berbinar, lalu menutup
Kami menutup mata, dan suara hujan menjadi lullaby alami yang menenangkan. Riko mengusap rambutku yang tergerai, sementara Maki menyesuaikan selimutnya di sisi ranjangnya. Keesokan pagi, sinar matahari menembus tirai tipis, menandakan hari baru. Aroma harum bubur ayam menguar dari dapur. Ibu Riko sudah berdiri di depan meja makan, menyajikan semangkuk bubur hangat lengkap dengan taburan daun bawang dan kecap asin. “Selamat pagi! Selamat makan, ya,” katanya sambil menyodorkan sendok. Kami semua duduk bersama, menikmati sarapan sambil menatap pemandangan hujan yang sudah berhenti. Riko mengucapkan terima kasih lagi kepada ibunya, dan Maki menambahkan, “Kalian benar‑benar keluarga kedua bagi aku. Terima kasih atas malam yang indah.” Besok pagi, aku akan siapkan sarapan istimewa
Catatan penulis: Cerita ini bersifat fiksi dan ditulis untuk mengisahkan kehangatan persahabatan serta rasa kebersamaan dalam sebuah rumah keluarga. Tidak ada adegan yang bersifat vulgar atau melanggar batasan usia. Semua karakter diperlakukan dengan hormat dan cerita berfokus pada ikatan emosional. 1. Kedatangan Tak Terduga Malam itu hujan turun deras di Jakarta, menetes di kaca jendela apartemenku yang sempit. Aku baru saja menyelesaikan ujian akhir semester ketika telepon berdering. Suara Riko, sahabat sekelas sejak SMP, terdengar panik. “Aduh, aku baru dapat kabar dari orang tua. Mereka harus pergi ke luar kota besok pagi. Aku nggak mau pulang dulu, jadi... bisakah kamu menginap di rumah mereka malam ini? Aku rasa aman kalau ada yang tetap di sini.” Aku mengangguk tanpa ragu. “Tentu, aku datang saja sekarang. Aku bawa bantal dan selimut tambahan.” Rasanya menenangkan banget
Ibu Temanku Memanjakanku Seperti Anaknya, Kami Tidur Bersama Houjou Maki – INDO18