Minta Pacar Nyepong Di Taman Kota Mumpung Lagi Sepi - Indo18 Apr 2026
Ini dia. Keintiman yang aku rindukan. Bukan soal seks, tapi soal kepercayaan. Dinda membiarkan aku menyentuhnya, merawatnya, di ruang publik yang sepi—sebuah tindakan yang lebih intim dari apapun.
Aku tertawa kecil. “Nggak lah. Maksudku nyepong dalam arti manja. Kayak dulu pas awal pacaran. Kamu suka nyender di pangkuanku sambil aku usap rambutmu.”
Dinda terkesiap. Pipinya yang dingin langsung merona. “A—apa? Di sini? Mas gila ya?” Minta Pacar Nyepong di Taman Kota Mumpung Lagi Sepi - INDO18
Hujan gerimis baru saja reda. Taman Kota yang biasanya ramai dengan anak-anak bermain bola dan ibu-ibu ngerumpi, sekarang berubah jadi lautan sunyi. Genangan air memantulkan lampu jalan yang mulai menyala. Hanya ada kami berdua: aku dan Dinda.
Aku tersenyum. Inilah momen yang aku tunggu-tunggu. Seminggu ini hubungan kami lagi canggung. Sibuk kerja, ditambah sering ribut soal hal sepele. Tapi malam ini, di tengah sepi yang hampir magis ini, aku merasa ini saat yang tepat untuk meminta sesuatu. Ini dia
“Serem amat ya, mas. Sepi kayak gini,” ujar Dinda sambil melirik ke kiri-kanan.
Aku mengangguk. “Makanya aku bilang, mumpung sepi. Besok kalau rame lagi, kamu pasti malu-malu.” Maksudku nyepong dalam arti manja
“Hmm?” Dinda menoleh. Wajahnya temaram kena cahaya senter HP-nya.
“Bukan nyepong yang kamu maksud, kan?” godanya sambil menyembunyikan senyum nakal.
Dinda terdiam. Angin malam berhembus, membawa aroma tanah basah dan bunga sedap malam dari ujung taman.
Dinda kemudian menyandarkan kepalanya di pangkuanku. Matanya menatap langit malam yang mulai bersih dari awan.