Kata yang benar untuk "Kerbau" dalam bahasa Lampung dialek Nyo (Pepadun) adalah.... A. Kebuw B. Kerbo C. Kabau D. Kubo

Masyarakat Lampung mengenal sistem kekerabatan yang disebut.... A. Patrilineal B. Matrilineal C. Bilateral D. Parental

"Sang bimo sakai" dalam sastra Lampung merujuk pada tokoh.... A. Laksamana B. Petani sakti C. Pendekar D. Putri raja

Watak tokoh utama dalam cerita "Tuan Tuan" (cerita rakyat Lampung) biasanya digambarkan sebagai sosok yang.... A. Jahat dan licik B. Jujur dan pemaaf C. Pemberani namun sombong D. Malas dan suka mencuri

Upacara adat perkawinan Lampung yang paling sakral adalah.... A. Sekura B. Cakak Pepadun C. Ngambu D. Bedana

Aksara Lampung terdiri dari jumlah induk huruf (aksara pusako) sebanyak.... A. 15 huruf B. 20 huruf C. 25 huruf D. 30 huruf

Anak huruf (diakritik) pada aksara Lampung yang membunyikan 'E' pepet (seperti pada kata 'keras') adalah.... A. Bindu (titik di atas) B. Kelabai (garis vertikal) C. Teknik (garis horizontal) D. Rejong (garis melengkung)

Soal Bahasa Lampung Kelas 9 Semester 2 Dan Kunci Jawaban | 2024 |

Kata yang benar untuk "Kerbau" dalam bahasa Lampung dialek Nyo (Pepadun) adalah.... A. Kebuw B. Kerbo C. Kabau D. Kubo

Masyarakat Lampung mengenal sistem kekerabatan yang disebut.... A. Patrilineal B. Matrilineal C. Bilateral D. Parental

"Sang bimo sakai" dalam sastra Lampung merujuk pada tokoh.... A. Laksamana B. Petani sakti C. Pendekar D. Putri raja

Watak tokoh utama dalam cerita "Tuan Tuan" (cerita rakyat Lampung) biasanya digambarkan sebagai sosok yang.... A. Jahat dan licik B. Jujur dan pemaaf C. Pemberani namun sombong D. Malas dan suka mencuri

Upacara adat perkawinan Lampung yang paling sakral adalah.... A. Sekura B. Cakak Pepadun C. Ngambu D. Bedana

Aksara Lampung terdiri dari jumlah induk huruf (aksara pusako) sebanyak.... A. 15 huruf B. 20 huruf C. 25 huruf D. 30 huruf

Anak huruf (diakritik) pada aksara Lampung yang membunyikan 'E' pepet (seperti pada kata 'keras') adalah.... A. Bindu (titik di atas) B. Kelabai (garis vertikal) C. Teknik (garis horizontal) D. Rejong (garis melengkung)