Naskah Drama Malin Kundang 4 Orang Page

(Berbisik pada Malin) Siapa wanita tua kumal itu? Jangan bilang dia ibumu. Cepat usir, Malin. Aku malu. Babak 3: Penolakan yang Keji (Mande Rubayah sudah berada di depan Malin. Ia mengulurkan tangan keriputnya.)

Bertahun-tahun kemudian, Malin Kundang menjadi saudagar kaya raya. Ia memiliki kapal besar dan istri cantik bernama Siti. Sayangnya, kesuksesan membuatnya lupa diri.

(Menangis histeris) Ibu! Ibu! Maafkan Malin! Malin salah! TOLONG... IBU...

Tuhan murka melihat kedurhakaan Malin. Langit yang cerah berubah menjadi gelap dalam sekejap. Badai dahsyat menghantam kapal Malin. naskah drama malin kundang 4 orang

Ma, Ibu harus kuat. Malin tidak tahan lagi melihat Ibu bekerja keras setiap hari. Malin akan pergi ke kota, kaya raya, lalu kembali menjemput Ibu.

(Membuka pelukan) Malin janji, Bu. Apapun yang terjadi, Malin tidak akan pernah melupakan Ibu.

(Agak gugup) Ini kampung halamanku, Siti. Aku dulu lahir di sini. (Berbisik pada Malin) Siapa wanita tua kumal itu

(Berteriak lirih) Malin? Malin Kundang? Itu kau, Nak? Ibu... Ibu tidak salah lihat?

Malin tidak takut, Bu. Malin hanya takut melihat Ibu menderita. Doakan Malin, ya Bu.

(Berusaha mengendalikan kemudi) Tenang, Siti! Ini hanya badai biasa! Aku malu

(Sambil didorong) Malin! Kau anak durhaka! Ingat pesan Ibu... suatu hari nanti kau akan dikutuk menjadi batu!

(Berdoa dengan suara parau) Ya Allah... jika dia benar anakku, maafkan dia. Tapi jika dia tega pada ibunya... tunjukkan keadilan-Mu.

(Sendirian, menatap laut) Malin... Ibu tetap mencintaimu, Nak. Ibu hanya ingin kau jujur pada dirimu sendiri. (Air mata jatuh) Sekarang kau menjadi batu. Batu peringatan bagi anak-anak durhaka.

(Mundur selangkah, tegang) Ibu... Maksudku, nenek. Aku tidak kenal siapa kau. Jangan mengaku-aku sebagai ibuku.